REPRESENTASI MAHASISWA KEDOKTERAN UNTUK PERTAMA KALINYA : DUTA MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA

Oleh Ketut Suda Gandhi Wibawa

Gambar 1. Grand Final Pemilihan Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia 2025

Minggu, 9 November 2025, terlaksana Grand Final Pemilihan Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia (DMKI) yang berlangsung secara online, dengan lokasi pusat live streaming di Gedung Balingkang, Universitas Pendidikan Ganesha. Pemilihan DMKI  adalah program perdana dan yang pertama kalinya di Indonesia dalam mencetak representasi mahasiswa kedokteran secara nasional. Duta Mahasiswa Kedokteran merupakan representasi mahasiswa kedokteran Indonesia dalam menyampaikan advokasi di bidang kedokteran sekaligus menginspirasi kepada sesama. Duta Mahasiswa Kedokteran memiliki fungsi 3P, sebagai Promotor, Pelopor, dan Pelapor. Kegiatan Pemilihan Duta Mahasiswa Kedokteran dilaksanakan di tingkat nasional dengan mengajak seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia yang sedang menjalani studi pre-klinik. 

Pemilihan berlangsung pada 3 tahapan seleksi, yaitu seleksi peserta, seleksi semifinalis, dan seleksi finalis yang terdiri dari pra-karantina, karantina, dan grand final. Penyelenggaraan perdana Pemilihan DMKI diikuti oleh mahasiswa kedokteran dari 15+ universitas di Indonesia. Pada seleksi peserta, mahasiswa kedokteran akan melalui proses seleksi administrasi, berupa curriculum vitae, bukti prestasi/organisasi/kepanitiaan, surat rekomendasi, foto sesuai ketentuan, dan penugasana video profil. Video profil ditugaskan pada seleksi peserta untuk mengetahui tujuan dan motivasi dari para peserta dalam mengikuti Pemilihan Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia sehingga panitia dapat melihat keseriusan serta komitmen peserta. Pada tahap seleksi peserta akan ditentukan 14 semifinalis yang selanjutnya akan melaksanakan wawancara, focus group discussion, dan penugasan video edukasi. Focus Group Discussion (FGD) dipilih untuk menilai semifinalis dalam memecahkan permasalahan dengan berbasis daya kritis dan kerja sama. FGD merupakan momen yang penting bagi semifinalis untuk menyeimbangkan kemampuan pribadi dengan kemampuan rekan lainnya. Aktif berpendapat yang berlebihan dapat mengurangi poin semifinalis, pun ketika semifinalis jarang berpendapat. Video edukasi dipilih sebagai tugas pada tahap semifinalis ditujukan untuk melihat kreativitas semifinalis dalam mengemas gagasan edukatif dengan trend yang sedang berlangsung di masyarakat sehingga dapat dihasilkan konten yang relevan. Seleksi peserta hingga seleksi semifinalis dilaksanakan dari tanggal 22 Agustus hingga 9 Oktober 2025.

Gambar 2. Seleksi Semifinalis

Pengumuman 10 pasang mahasiswa kedokteran yang berhasil melaju ke babak final dilaksanakan pada kanal Instagram @dutamahasiswa.kedokteran. Selanjutnya, 10 pasang ini mengikuti proses pra-karantina. Pada fase pra-karantina, finalis melaksanakan latihan motion challenge dan question and answer bersama panitia, dengan tujuan semakin mematangkan persiapan sebelum nantinya calon DMKI disaksikan oleh mahasiswa kedokteran Indonesia. Selain itu, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan bonding antarfinalis karena bersifat semiformal. Fase pra-karantina dilaksanakan 13-25 Oktober 2025. Setelah fase ini, dilanjutkan dengan tahap karantina selama 3 hari, yaitu pada tanggal 26 Oktober dan 1-2 November. Karantina secara umum berisikan pemaparan materi oleh pembicara yang sudah berpengalaman dan profesional di bidangnya. Namun, pada masing-masing hari karantina, terdapat penugasan khusus. Pada Karantina Hari Pertama, finalis melakukan presentasi karya essay ilmiah populernya di hadapan dewan juri. Karya essay ilmiah ini sejalan dengan gagasan advokasi yang dibawakan oleh finalis sehingga gagasan advokasi tidak hanya berhenti sebagai gagasan saja, melainkan sampai pada tahap perencanaan melalui karya essay ilmiah. Pada Karantina Hari Kedua, finalis melaksanakan motion challenge untuk menguji daya kritis finalis. Pada Karantina Hari Ketiga, finalis mengikuti sesi deep interview, di mana setiap individu finalis diwawancara oleh 3 dewan juri sekaligus. Tujuannya untuk mengenal lebih dekat terhadap karakteristik tiap-tiap individu serta menentukan Top 6 Finalist.

Gambar 3. Presentasi Finalis pada Karantina Hari Pertama

Grand Final Pemilihan Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia merupakan hari yang sangat ditunggu oleh finalis dan seluruh mahasiswa kedokteran di Indonesia. Pada hari inilah Duta Mahasiswa Kedokteran untuk pertama kalinya diselempangkan. Grand Final secara garis besar berisikan speech serta sesi QnA yang dibagi menjadi QnA Top 6 dan QnA Top 3. Adapun Dewan Juri yang menentukan Duta Mahasiwa Kedokteran pada Grand Final adalah Radha Pritiwi Dewi, David Christopher Tjandra, S.Ked., dan Putu Ratih P.G.S, S.Ked.,CPS. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan proses yang panjang, ketiga dewan juri memutuskan untuk menetapkan Rabhindra Javier Hariri Darussalam dari Universitas Airlangga dan Ni Nyoman Prithi Devi Gayatri Saga Dirga dari Universitas Gadjah Mada sebagai Putra dan Putri Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia Tahun 2025. Besar harapan dari seluruh kalangan khususnya mahasiswa kedokteran Indonesia agar DMKI dapat menjadi representasi yang mewujudkan fungsi 3P, yaitu Promotor, Pelopor, dan Pelapor demi citra positif mahasiswa kedokteran yang disertai dampak nyata.

Gambar 4. Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia 2025