Blog

Infografis UKMPPD

ukmppd
Publikasi

Infografis UKMPPD

Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) merupakan ujian yang diselenggarakan oleh negara bagi calon dokter Indonesia untuk mendapatkan gelar dokternya. Sebelumnya ujian ini lebih dikenal dengan nama Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), akan tetapi terjadi perubahan dalam sistem ujian kompetensi kedokteran di Indonesia sehingga UKDI diganti menjadi UKMPPD. Perubahan ini kemudian disahkan pada tahun 2014 melalui UU No. 20 Tahun 2013.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter atau Dokter Gigi Pasal 2 menyebutkan bahwa uji kompetensi diselenggarakan untuk: 

  1. Menjamin lulusan program profesi dokter atau dokter gigi yang kompeten dan terstandar secara nasional;
  2. Menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai dasar untuk melakukan praktik kedokteran;
  3. Memberikan umpan balik proses pendidikan pada fakultas kedokteran; dan
  4. Memantau mutu program profesi dokter dalam rangka pengambilan kebijakan oleh pemerintah. 

UKMPPD diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan menggaet beberapa instansi dan organisasi profesi. Di antaranya Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).

Ujian ini terdiri dari 2 bagian, yaitu CBT/Computer Based Test (tes berbasis komputer) dan OSCE/Objective Structured Clinical Examination (tes roleplay dokter dan pasien). Dalam satu tahun, setiap peserta memiliki kesempatan untuk mengikuti UKMPPD hingga 4 kali. Biasanya diselenggarakan pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November, dengan jarak waktu setiap 3 bulan sekali. Peserta UKMPPD dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar dokter apabila peserta berhasil lulus pada kedua tes tersebut (CBT dan OSCE).

Syarat utama untuk dapat mengikuti UKMPPD adalah setiap mahasiswa kedokteran harus menyelesaikan pendidikan preklinik, klinik, dan dinyatakan lulus oleh fakultas kedokteran masing-masing. Terkait biaya yang dikenakan untuk dapat mengikuti ujian ini, panitia nasional memungut biaya Rp1 juta per orang. Rinciannya sekitar Rp400 ribu untuk CBT dan Rp600 ribu untuk OSCE. Biaya dapat berbeda untuk setiap universitas.

Data statistik UKMPPD yang dikutip dari https://pnukmppd.kemdikbud.go.id/index.php/statistik menunjukan jumlah pendaftar yang mengikuti ujian pada periode November 2020 sampai November 2021, dimana peserta terbanyak yang mengikuti ujian terjadi pada bulan Mei 2021 sebanyak 4.918 peserta.

Dari sumber yang sama juga dikutip data statistik kelulusan UKMPPD pada periode tersebut (November 2020 – November 2021).  Pada periode ini, peserta lulus terbanyak pada bulan November 2020, yaitu sebanyak 3.772 peserta dari 4.424 peserta yang mengikuti ujian. Sedangkan peserta yang tidak lulus terbanyak terjadi pada bulan November 2021 dengan total 1.150 peserta tidak lulus dari 3.952 peserta yang mengikuti ujian. Total peserta lulus pada periode ini sebanyak 11.240 peserta. 

Pada dasarnya UKMPPD dilaksanakan dalam upaya menjaga mutu lulusan pendidikan dokter, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat serta pengguna jasa layanan kedokteran. Adapun tata cara pelaksanaan UKMPPD secara lengkap diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2015.

================================================================

Perbedaan dari UKMPPD dan UKDI dapat digambarkan sebagai berikut:

AspekUKMPPDUKDI
Diikuti saatSebelum mendapat gelar dokterSetelah mendapat ijazah dokter, sertifikat profesi
TujuanUntuk mendapat sertifikat kompetensi dan ijazah dokterUntuk mendapat sertifikat kompetensi (sebagai syarat mengajukan STR)
Keterlibatan institusiRetaker UKMPPD menjadi tanggung jawab institusiTidak ada, karena mahasiswa sudah memperoleh ijazah dokter
Durasi lulusDapat terhambat apabila perlu mengulang UKMPPDLangsung mendapat ijazah dokter
didapat dari naskah akademik dan draf RUU Dikdok pada situs DPR RI

Kenapa perlu membaca post ini dan mengisi surveinya?

Mahasiswa kedokteran perlu paham dan turut andil dalam permasalahan di pendidikan kita. Pendidikan kedokteran sendiri diatur dalam UU No. 20 Tahun 2013 dan pembahasan Rancangan UU baru sudah masuk ke dalam Prolegnas DPR RI. Salah satu masalah yang dibahas dalam RUU Dikdok adalah UKMPPD. ISMKI pernah mendapat kesempatan untuk melakukan audiensi mengenai RUU Dikdok pada tanggal 1 September 2021 di Gedung DPR RI.

Dengan survei ini, ISMKI sebagai ikatan mahasiswa kedokteran ingin menampung pandangan teman-teman mahasiswa kedokteran semua, untuk pengawalan RUU Dikdok di tahun-tahun berikutnya untuk pendidikan kedokteran yang lebih baik!

Referensi:

  • Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2015
  • Naskah akademik dan draf RUU Dikdok oleh Baleg DPR RI, 30 Sep 2021

https://bit.ly/SurveiISMKI-UKMPPD

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare