Blog

LARANGAN MUDIK (LAGI)?

mudik
PublikasiEN

LARANGAN MUDIK (LAGI)?

Pada hari Kamis, 6 Mei 2021, pemerintah mulai memberlakukan larangan mudik untuk yang kedua kalinya. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Larangan ini berlaku hingga tanggal 17 Mei 2021 dan dapat diperpanjang apabila diperlukan. Melalui peraturan tersebut, pemerintah melarang penggunaan seluruh moda transportasi baik darat, laut, maupun udara untuk kepentingan mudik, kecuali beberapa kendaraan “khusus” yang digunakan, antara lain sebagai berikut:

  1. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu kenegaraan
  2. Kendaraan dengan plat nomor dinas, TNI, dan Polri
  3. Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol
  4. Pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah
  5. Kendaraan pengangkut barang & obat-obatan
  6. Kendaraan yang mengangkut pemulangan WNI dari luar negeri
  7. Kendaraan yang digunakan untuk keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik, antara lain
    1. Bekerja / perjalanan dinas
    2. Kunjungan keluarga sakit
    3. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
    4. Ibu hamil yang didampingi 1 orang keluarga
    5. Kepentingan melahirkan, didampingi maksimal 2 orang

dengan syarat wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) dengan ketentuan

  • Bagi pegawai instansi pemerintah, BUMN, BUMD, ASN, TNI, serta Polri, wajib melampirkan surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II
  • Bagi pegawai swasta, wajib melampirkan surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan
  • Bagi sektor informal & masyarakat umum non pekerja, wajib melampirkan surat izin tertulis dari Kepala Desa atau Lurah
  • SIKM merupakan persyaratan bagi orang yang tinggal di luar Jabodetabek untuk keluar/masuk DKI Jakarta
  1. Khusus transportasi darat, perjalanan antar wilayah yang berada dalam 1 kawasan perkotaan (aglomerasi) mendapat pengecualian. Wilayah tersebut antara lain:
    1. Medan, Binjai, Deli, Serdang, & Karo (Mebidangro)
    2. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, & Bekasi (Jabodetabek)
    3. Bandung Raya
    4. Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, Purwodadi (Kedungsepur)
    5. Jogja Raya
    6. Solo Raya
    7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, & Lamongan (Gerbangkertosusila)
    8. Makassar, Sungguminasa, Takalar, & Maros (Maminasata)
  2.  Kepentingan operasional lainnya berdasarkan izin dirjen terkait
  3. Sarana transportasi tertentu yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19

Sanksi bagi yang melanggar

Pada Pasal 6 Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 disebutkan bahwa pengendara diperintahkan untuk kembali ke daerah asal perjalanan dan/atau dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perbandingan tahun 2020 dan 2021

Jika dibandingkan dengan larangan mudik tahun 2020, yang mana mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, secara umum isi dari kedua aturan tersebut relatif sama. Hanya saja terdapat beberapa perubahan yang memperbaiki atau malah melemahkan aturan yang sebelumnya, antara lain sebagai berikut:

  1. Jangka waktu yang lebih realistis

Tahun lalu, larangan mudik berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2020. Padahal, Permenhub nya sendiri baru disahkan tepat sehari sebelumnya, yaitu 23 April 2020. Sedangkan tahun ini terdapat perbaikan, yaitu hanya berlaku selama 12 hari dan disahkan satu bulan sebelumnya, tepatnya pada tanggal 12 April 2021.

  1. Istilah “Aglomerasi” yang sebelumnya ambigu

Pada Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud dengan aglomerasi, padahal pada pasal 2 disebutkan “Larangan berlaku untuk transportasi keluar-masuk wilayah PSBB, Kawasan zona merah Covid-19, dan wilayah aglomerasi”. Hal ini mengakibatkan larangan mudik hanya efektif di daerah zona merah saja, seperti Jabodetabek, Bandung Raya, dan Surabaya Raya.

  1. Aturan pembatasan kereta api lokal yang lebih jelas

Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tidak menjelaskan bahwa penggunaan KRL dan kereta api lokal/perkotaan itu dilarang, hanya disebutkan “diberlakukan pengaturan PSBB” saja. Sehingga secara tidak langsung, larangan mudik tidak berlaku bagi kereta lokal & KRL. Pemerintah pun melakukan perbaikan pada larangan mudik tahun ini. Pada Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 disebutkan terdapat pembatasan frekuensi dan jam operasional kereta api.

  1. Tambahan “pengecualian” yang melemahkan aturan larangan mudik

Meskipun secara umum larangan mudik tahun 2021 telah dijabarkan dengan lebih baik dan lebih rinci, terdapat beberapa “pengecualian” tambahan yang dinilai berpotensi melemahkan aturan tersebut jika disalahgunakan. Pengecualian yang dimaksud antara lain:

  • Kendaraan yang digunakan untuk keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik, dengan melampirkan surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM)
  • Kepentingan operasional lainnya berdasarkan izin dirjen terkait
  • Sarana transportasi tertentu yang ditetapkan oleh satgas Covid-19

Baca lebih lanjut di

https://drive.google.com/file/d/1Mydii4OVQAvS1PQwpDJnpckNt4n99eIi/view

Referensi:

  • Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2020. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
  • Menteri Perhubungan Republik Indonesia. 2021. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
  • Sabilla, Syahidah Izzata. 2021. Catat! Ini Larangan Mudik 2021 dan Sanksinya. [Online] available at https://news.detik.com/berita/d-5537785/catat-ini-larangan-mudik-2021-dan-sanksinya
  • Satgas Covid-19. 2021. Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Thun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah
Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare